Psikologi #7: Apakah target yang kita bentuk malah membatasi harapan dan impian tertinggi kita? - MZAINI30

Senin, 04 Mei 2020

Psikologi #7: Apakah target yang kita bentuk malah membatasi harapan dan impian tertinggi kita?

Ada suatu scene di anime To Aru Kagaku no Railgun yang membekas banget di ingatanku hingga saat ini:

Kalau kau memutuskan sendiri batasanmu, maka kau gagal. 

(Yomikawa Aiho - Toaru Kagaku no Railgun ep 14)

Di scene tersebut, Misaka Mikoto dan kawan-kawan harus berhadapan dengan suatu permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Jadi, nggak bisa sendiri-sendiri. Semua elemen judgement harus bekerja sama; baik judgement yang turun di lapangan seperti Misaka Mikoto dan kawan-kawan, maupun pihak militer. Beberapa dari mereka pun merasa seperti "Ah, kayaknya aku nggak bisa melakukannya." Jadi, semacam mengungkung diri sendiri gitu, merasa bahwa tupoksi dan amanat tugas di divisi masing-masing membelenggunya untuk melakukan sesuatu yang "lebih". Namun, Misaka Mikoto kembali mengucapkan quote itu: Kalau kau memutuskan sendiri batasanmu, maka kau gagal. Akhirnya, mereka pun berjuang dengan segenap kekuatan mereka hingga akhirnya berhasil mengalahkan suatu villain bersama.

Lalu, aku saat ini kepikiran, "Bukankah target-target adalah batasan yang kita ciptakan untuk membatasi diri kita?"

Seharusnya kita bisa lari 100 meter, namun karena target kita hanya 50 meter, maka kita terpatok hanya 50 meter bahkan kurang (48 meter misalnya). Harusnya kan kita bisa lebih. Atau, ketika menghafal Alquran, kita hanya "menargetkan" menghafal satu halaman aja. Harusnya kan bisa lebih.
 
Kalau kau memutuskan sendiri batasanmu, maka kau gagal.

Anime To Aru Kagaku no Railgun cocok banget buatmu yang ingin mempelajari apa itu kerja keras dan menggapai puncak tertinggi di atas siapapun. Namun, bukan berarti maruk ya. Kita hanya memaksimalkan potensi yang ada dan tidak membatasinya.

Misalnya lagi ya, kita sebagai seorang blogger bisa menulis lebih dari 500 kata, kenapa kita cuma membatasinya segitu? Atau, kalau kita pengusaha, harusnya kita bisa meraih omset lebih dari satu miliar. Mengapa hanya membatasinya di dua juta?

Aku cuma tidak bisa memaafkan orang-orang yang cuma lari dari kenyataan ketimbang mengembangkan potensi mereka.

(Misaka Mikoto - Toaru Kagaku no Railgun ep 15) 

Duh maaf deh yang punya blog Quotes Anime, aku copas lagi quotenya. Soalnya tadi mau bahas satu quote aja. Tapi ternyata, karena banyak quote yang bagus di anime To Aru Kagaku no Railgun, jadi ya khilaf deh pengen lanjut nulis lagi.

Kalau yang perkataan Misaka Mikoto yang itu, adalah ketika dia bertemu dengna orang-orang yang memiliki level 0 (betulkan aku kalau aku salah) yang level 0 itu hanya menyalahkan level yang mereka miliki. Nah, kalau di logikanya Misaka (yang merupakan satu dari lima orang terkuat di Kota Akademi), kenapa malah menyalahkan kemampuan yang kurang? Kenapa kok menyalahkan orang-orang yang memiliki kemampuan lebih? Mengapa nggak memaksimalkan diri aja? Mengapa malah lari dari kenyataan? Kemudian, dari quote tersebut, aku teringat lagi betapa kerja kerasnya Misaka Mikoto dalam latihan yang dijalaninya mulai dari dia kecil hingga besar di SMP Tokiwadai, begitu sih pengakuan dari Shirai Kuroko yang ketika dia mendengar seseorang yang berkata, "Dia kan hebat." Lantas, langsung saja Shirai Kuroko naik pitam dan berkata kepada orang tersebut, "Kamu nggak tau kan, betapa banyak waktu yang terbuang dan betapa keras latihan yang dijalankan oleh Misaka hingga dia bisa jadi nomor satu?"

Terakhir, quote dari Shirai Kuroko:

Kalau kau memiliki kemauan untuk terus mengikuti keyakinanmu, maka hasilnya akan datang dengan sendirinya.

Jadi, begitu kawan-kawan. Bagaimana kesanmu? Yuk, komen di bawah ini atau share postingan ini jika menurutmu ini sangat bermanfaat.

Jadi pengen nonton lagi eh.  

Share with your friends

Maskot Pelarang Adblock

Hallo Kak, Perkenalkan saya Zen. Untuk bisa mengakses situs kami, terlebih dahulu matikan atau non-aktifkan ekstensi AdBlock nya yaaa...

Ok , Saya Mengerti