Psikologi #1: Menebar kebaikan di mana pun - MZAINI30

Rabu, 22 April 2020

Psikologi #1: Menebar kebaikan di mana pun

Apakah kamu adalah orang yang selalu hitung-hitungan kalau ingin berbagi? Apakah kamu selalu males buat berbagi? Apakah menurutmu, berbagi itu menghilangkan kekayaan? Mungkin, mindsetmu kali ini perlu diubah karena sebenarnya berbagi itu adalah sesuatu yang kita butuhkan.

Loh, kok bisa?

Sebenarnya, apa sih tujuan kita hidup di dunia ini? Apakah selalu menginginkan kekayaan, keberlimpahan, dan keagungan? Terkadang, kita akan mengalami suatu fase di mana kita berpikir bahwasanya "Aku nggak memerlukan semua ini". Iya, beneran, kita nantinya akan berpikir seperti itu. Kita akan berpikir bahwa semua yang kita usahakan ini adalah sia-sia.

Kemudian, teman-temanmu, saudara-saudaramu, sanak keluargamu, akan meyakinkanmu bahwa yang kamu lakukan selama ini sudah tepat: Teruslah mencari duit dan nggak usah pedulikan pikiran "omong kosongmu" itu.

Tapi, kamu terus berkata di dalam hati: Nggak. Ini semua salah. Bukan ini semua yang aku cari.

Kemudian, kamu akan mencari "apa yang sebenarnya aku cari selama ini", apakah aku berada di jalur yang benar, buat apa aku memperbanyak harta jika semua ini rasanya sia-sia; begitu saja terus, satu per satu pertanyaan filosofis membanjiri benakmu.

Yang kamu inginkan kali ini hanyalah menepi di tepian pantai melihat desir-desir ombak yang syahdu dan sautan burung-burung pantai yang merdu.

Oke, ini bukan sugesti. Kita sebagai manusia tentu saja bukan seperti hewan yang hanya makan, minum, tidur, kawin, mati. Kita lebih dari itu. Buat apa sih Allah mengangkat kita sebagai khalifah kalau nggak ada "nilai lebih" yang akan kita pertontonkan di hadapanNya kelak?

Nanti di akhirat, kita akan bangga kepadaNya, "Ya Allah, lihatlah selama aku hidup di dunia, aku sudah berbuat kebaikan ini dan ini. Aku bangga mendapatkan amanah sebagai penanggung jawab bumi, Ya Allah."

Ya, beneran, nanti kita akan bangga dengan amal-amal kita yang telah kita perbuat, kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat; bukan dengan kekayaan, kebanggaan, dan keindahan duniawi lainnya.

Buat apa sih kita mengumpulkan semua itu?

Bagaimana caranya menebar kebaikan?


Menebar kebaikan bisa kamu lakukan dengan banyak cara; bisa dengan sedekah, zakat, infaq, membantu mencarikan pekerjaan bagi pengangguran, memberi nasehat, mencegah orang lain berbuat kemungkaran, membuat aplikasi, website, tools-tools bermanfaat lainnya, juga tentu saja mengedukasi orang lain dari bahaya riba.

Kita semua bisa berbuat kebaikan. Beneran deh.

Tinggal kita niat apa nggak dalam berbuat kebaikan.

Dan tentu saja, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam berbagi kebaikan:

Nggak usah dipamerin ke orang lain

Buat apa? Buat apa sih dipamerin ke orang lain?

Kita usahakan bahwa kita berbagi itu ikhlas. Orang lain nggak perlu tau. Nggak papa kalau misalnya orang lain memandang sinis kita, mengomentari yang jelek-jelek. Nggak papa. Toh, itu hak dia juga punya mulut. Nggak ada ruginya di kita kalau digosiipin yang jelek-jelek. Jadi, nggak usah sih kita membela diri kita dengan menunjukkan kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan. Bukan karena takut dibilangin nggak ikhlas, tapi baikan nggak usah aja dipamerin.

Usahakan untuk memberikan yang terbaik

Berbagi bukan artinya membuang barang yang sudah nggak kita pakai. Bukan ya. Berbagi adalah memberikan yang terbaik. Berbagi adalah berbagi senyuman, kebahagiaan, bukan malah membuatnya semakin murung karena kita memberikan barang-barang tak layak.

Kalau memang belum bisa berbagi, nggak usah dulu, atau semampunya aja


Terkadang datang waktu ketika kita memang nggak bisa berbagi; gaji belum cair, kebutuhan banyak, kena lockdown, nggak bisa kerja, usaha tutup, sepi. Jadi, nggak papa sih kalau belum bisa berbagi. Tapi memang baiknya kita niatkan jika nanti kita akan berbagi jika kita sudah mampu. Begitu.

Jangan orientasi bisnis dulu


Sebelum berbagi kepada orang lain, tanamkan pikiran bahwa: Kita ini udah cukup. Apa sih yang kita cari lagi? Apa bekal kita untuk akhirat?

Jadi, kita berbagi itu ikhlas untuk membantu. Perkara nanti dia akan balik berbagi lagi ke kita atau nggak, itu hak dia. Yang penting kita sudah membantu orang lain.

Jadi, memang pisahkan ya antara bisnis dengan tulus berbagi. Kalau memang berbagi itu sebagai proyek CSR sih memang wajib yang namanya dokumentasi. Atau, memang kita memegang uang banyak orang, dokumentasi itu wajib. Namun, hanya sebatas itu. Kita nggak usah sih bangga-banggain kerjaan kita itu.

Kalau empat hal di atas kita lakukan, insya Allah, kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik lagi.

Di mana platform terbaik untuk berbagi kebaikan?


Kita bisa mencoba berbagi di Dompet Dhuafa. Sebagai platform yang sudah lama berjibaku dengan pelayanan sosial di bidang pendanaan, Dompet Dhuafa bisa dikatakan sebagai sebuah platform yang terpecaya dalam kita memberikan donasi. Nggak usah khawatir bahwa donasi yang kamu berikan nggak akan sampai, karena Dompet Dhuafa selalu memberikan laporan sebagai pertanggung jawaban atas dana yang telah diamanahkan kepada mereka.

Bahkan, Dompet Dhuafa ini memiliki banyak cabang di Indonesia. Soalnya di daerahku, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ada Dompet Dhuafa juga yang aktif dalam kegiatan sosial. Pasti di daerahmu juga ada dong.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa

Share with your friends

Maskot Pelarang Adblock

Hallo Kak, Perkenalkan saya Zen. Untuk bisa mengakses situs kami, terlebih dahulu matikan atau non-aktifkan ekstensi AdBlock nya yaaa...

Ok , Saya Mengerti